Tahapan Menjadi Perusahaan Terbuka

Karena banyak manfaat yang diperoleh dari go public, tidak sedikit perusahaan yang menginginkannya. Namun, tidak semua industri bisa melakukan IPO. Agar bisa go public, ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi. Artinya, apabila syarat yang telah ditetapkan tidak bisa dilengkapi, maka keinginan untuk go public menjadi pupus.

Yang menjadi persyaratan utama perusahaan go public adalah perusahaan harus tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai pihak resmi yang mengadakan dan mengelola transaksi dalam pasar modal. Pencatatan ini tidak sembarangan, ada kualifikasi khusus yang harus dimiliki perusahaan agar bisa terdaftar dalam BEI.

Kualifikasi pertama, mengenai unsur-unsur dalam perseroan harus jelas tertata. Hal ini dapat dilihat dari struktur organisasinya. Penyusunannya wajib sistematis dan berisi orang-orang yang mumpuni di bidangnya. Tanpa adanya pihak yang berkompeten, proses go public sulit untuk dilakukan. Sebab, perusahaan bisa kewalahan dan berujung pada kekecewaan investor lantaran dana yang diberikan tidak bisa dikelola dengan baik.

Lalu, yang tidak kalah pentingnya yakni laba. Perusahaan yang masih awal beroperasi mungkin belum memiliki keuntungan, sehingga belum bisa go public. Bahkan, ada minimal keuntungan yang telah ditetapkan oleh BEI untuk IPO.  Semakin banyak laba yang bisa dihasilkan, semakin kredibel pula kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Selanjutnya, kepemilikan atas aset pun harus diperhatikan. Perusahaan yang tidak memiliki aset nyata, yang diperoleh dari total aset dikurangi dengan kewajiban pajak, tidak bisa go public. Besaran aset nyata ini pun telah ditentukan. Ada ambang batas minimal yang harus dipenuhi agar perusahaan bisa tercatat di BEI dan dapat mengikuti Initial Public Offering.

Setelah semua persyaratan berhasil terpenuhi, perseroan tidak begitu saja bisa IPO. Terdapat beberapa tahap dalam melakukan penawaran surat berharga kepada masyarakat, yaitu:

NoTahapanUraianPihak Terkait
1Perencanaan dan Persiapan– Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menanyakan apakah seluruh pemegang saham menyetujui keputusan untuk go public.– Setelah disetujui, emiten akan menentukan penjamin emisi dan lembaga-lembaga terkait untuk mensukseskan proses go public.– Penjamin Emisi (Underwriter), pihak yang mempersiapkan seluruh dokumen.– Audit, pemeriksa laporan keuangan.– Penilai, untuk menilai aktiva perusahaan.– Konsultan Hukum, pemberi pendapat dari sudut pandang hukum.– Notaris, pembuat akta pengesahan.
2Pendaftaran– Emiten mengajukan pendaftaran resmi ke lembaga yang berhubungan dengan proses go public.– OJK, otoritas yang bekerja sebagai pengawas dan pengatur keuangan.
3Penawaran Saham Pertama Kali– Pada proses ini, perusahaan menawarkan saham pertama kali melalui pasar perdana.– Emiten, pihak yang menerbitkan surat berharga.– Agen Saham, yang akan bertransaksi dengan investor setelah pasar perdana.
4Pencatatan Saham di BEI– Dilakukan setelah saham dijual pada pasar perdana.– BEI, sebagai pihak yang mencatat saham perusahaan.


Leave a Reply